Joko Anwar kembali dengan ide gilanya dalam membuat series yang fresh dengan berbagai cerita di dalamnya. Setiap ending episode akan ada kejutannya, ada yang bagus dan ada juga yang terlewatkan.

Series ini terdiri dari 7 episode dan sesuai judulnya, setiap episodenya punya mimpi buruknya masing-masing. Bukan tentang cerita hantu, tapi cerita yang aneh dan mengangkat hal-hal yang tabu. Episode pertama berhasil mencuri perhatian dengan premis yang menarik dan ending yang mindblowing. Beberapa kali dibuat merinding. Perasaan yang sama juga terjadi pada episode 3 dan 5. Cerita yang solid, dengan plot twist yang mengalir bisa buat ketiga episode ini terasa menyenangkan dan berhasil mengaduk emosi penonton.

Sentuhan horornya juga terasa dan berhasil kasih suasananya yang kurang nyaman. Cerita yang tidak tertebak juga bisa kasih rasa kejutan tersendiri diakhir cerita. Namun tidak semua episode bisa dikatakan konsisten seperti episode 1,3, dan 5. Sebut saja episode 2 dan 4 yang terasa menyeret dari segi plot yang buat penonton susah fokus dan bertanya-tanya sebenarnya arahnya akan kemana? Penggunaan “science fiction” nya baru diakhir sebagai kesimpulan yang terkesan memaksa.
Selanjutnya episode 6 dan 7 yang menjadi tanda bahwa series ini ada potensi berlanjut, khususnya pada episode 7. Jujur episode 6 cukup menarik dan paling berani dari episode sebelumnya dalam menggambarkan situasi dan kondisi. Penonton berasa nonton Doctor Strange yang berubah lokasi setiap waktu.

Jika dinilai secara keseluruhan, series Joko Anwar’s Nightmares and Daydreams (2024) menjadi series yang unik dan menarik. Sangat menunggu apa yang terjadi selanjutnya walau endingnya ada hit and miss. Skor film ini 3/5.













