Setelah film pertamanya rilis dan dapet respon yang super negatif, Jagged Edge dengan beraninya bikin sekuel Blood & Honey 2. Dengan budget yang 10x lipat lebih besar, apakah film ini jadi lebih layak buat ditonton? Mari kita review!
Sinopsis
Setelah Christopher Robin berhasil kabur dari teror Winnie the Pooh di film pertamanya ia mengalami trauma dan dihantui masa kecilnya ketika berteman dengan Pooh. Ditambah dengan publik yang curiga kalau kesaksiannya cuma omong kosong tentang keberadaan Pooh, kehidupan Christopher Robin semakin runyam ketika Pooh dan kawan-kawan kembali meneror Ashtown.

Review
Dengan budget sebesar 1 juta dollar AS, production value dari Blood & Honey 2 sangat jelas terlihat peningkatannya. Dari visual film secara keseluruhan, aktor-aktor yang kualitasnya lebih oke, sampe kostum Pooh dkk yang direvisi desainnya jadi lebih detail dan creepy.
Penulisannya menarik, kali ini plot secara garis besarnya lebih jelas. Effort mereka buat bikin background karakter dari Pooh dan Christopher Robin juga keliatan, meskipun ga begitu bagus secara penulisan dan plot tapi seenggaknya jauh lebih baik dari yang pertama. Jauh.

Kualitas akting meningkat drastis dari yang pertama. Christopher Robin aja di recast dengan aktor yang lebih punya pengalaman, Scott Chambers. Aktingnya udah lumayan lebih natural daripada yang pertama tapi ya standar aja sih ga wah banget aktingnya.
Secara continuity ga sejalan sama film pertamanya. Dari segi looks Pooh sampe Christopher Robin beda banget dari yang pertama. Tapi di sekuel ini mereka secara subtle ngasih hint kalau mereka me-‘retcon’ film pertamanya. Bisa dibilang kalian sebenernya ga perlu nonton yang pertama untuk nonton yang ke 2 ini.
Adegan slasher-nya juga lebih oke. Lebih kejam dan ngilu. Beberapa cara membunuhnya pun ada yang kreatif dan jadi menghibur. SFX-nya juga gokil darah-darah dan potongan tubuh yang melayang sana-sini. Cuma di bioskop beberapa ada yang di cut jadi ada beberapa adegan pembunuhan yang kita ga lihat secara keseluruhan.
Selain karakter Christopher Robin ga ada karakter lain yang bagus. Sisanya terasa hampa dan cuma ada untuk jadi korban teror Pooh dkk aja. Which is fine sebenernya kalau tujuan kalian nonton film ini cuma untuk nikmati sisi slasher dan gore-nya aja.

Overall, ini bisa dimasukin ke kategori bad horror movie yang oke sih. Peningkatan jauh dari yang pertama secara production value dan penulisan. Tapi yang paling penting di sekuel ini mereka coba untuk have fun dan beda dari film sebelumnya yang terlalu mencoba untuk jadi film slasher yang serius.













