Drama di Tengah Lintasan F1
Setelah membuktikan lewat ‘Top Gun: Maverick’ kali ini Joseph Kosinski membuktikan lewat ‘F1’ kalo dia emang ahli bermain dengan kecepatan.
Dengan cerita yang to the point F1 berhasil memberikan sensasi balapan yang bukan sekadar seru dan menegangkan. Drama dari karakter Sonny (Brad Pitt) dan Pearce (Damson Idris) berhasil bikin mata penonton nempel ke layar selama 2 jam 30 menit.

Rivalitas Mentor dan Murid
Berkisah tentang Sonny, mantan pembalap F1 yang berhenti karena cidera, yang kemudian diajak gabung oleh teman lamanya untuk membantu tim F1-nya yang lagi kesulitan. Disatukan dengan Pearce, seorang pembalap pemula yang berbakat, mereka berusaha untuk menyingkirkan ambisi dan rivalitas mereka agar tim Apex GP bisa terus berjalan.
Hubungan Karakter yang Dinamis
Memiliki dua protagonis inti, yaitu Sonny dan Pearce, film ini berhasil menggambarkan hubungan yang dinamis dari kedua karakter tersebut. Dari benci, menghargai, benci lagi dan akhirnya saling mengerti, chemistry karakter yang diperankan oleh Brad Pitt dan Damson Idris bikin penonton tertarik dengan drama di luar balapan.
Karakter Ruben (Javier Bardem) dan Kate (Kerry Condon) pun juga begitu. Seakan semua karakter memiliki porsi yang pas mendapatkan momennya sendiri, mau itu momen serius ataupun komedi.

Balapan-nya Bikin Deg-Deg-an
Keliatan kalau Kosinski bener-bener mikirin gimana dia mau ngambil shot untuk scene balapan. Dengan berbagai angle kamera rig yang dipasang di body mobil penonton jadi bisa merasakan apa rasanya ketika pembalap F1 lagi ngebut di lintasan.
Shot close up dan POV yang intim bikin penonton ngerasain kalau ini tuh balapan beneran, jadi sepanjang scene kerasa deg-deg-an takut hal buruk terjadi sama karakter Sonny dan Pearce.
Ga Pernah Nonton F1? Ga Masalah!
Jujur Simin nonton ini ga punya pengetahuan apapun tentang F1. Baik dari peraturan, strategi sampai ke teknis. Tapi di film ini mereka berhasil ngebuat penonton awam kayak Simin ngerti akan hal-hal dasar di F1. Setelah nonton ini Simin jadi paham beberapa aturan F1, strategi bahkan beberapa bahasa teknis yang digunakan karakter-karakter yang ada di film ini.

Ga Perlu Karakter Antagonis
Simin kagum sih dengan menggunakan dua karakter protagonis film ini tetep bisa ngasih konflik yang bikin penonton betah ngikutin ceritanya. Mau dari keputusan karakter atau faktor X yang muncul konflik yang disajikan masuk akal dan berhasil membuat plot berjalan dengan mulus.
Tapi anehnya film ini tiba-tiba masukin karakter antagonis di Babak ke-3. Padahal Simin ngerasa kalau film ini kayaknya bakalan baik-baik aja deh tanpa ada karakter antagonis. Yang ada malah bikin durasi jadi tambah lama.
Intinya F1 ini wajib ditonton sih kalau kalian suka tontonan balapan yang ga cuma thrilling tapi punya karakter yang menarik.













