Reza Rahadian kembali memberi kejutan, tapi kali ini bukan lewat peran di depan kamera. Setelah puluhan judul film yang membuktikan kualitas aktingnya, ia resmi merilis debut film panjang sebagai sutradara berjudul Pangku (2025). Menariknya, karya perdana ini langsung menembus festival film bergengsi dunia yaitu Cannes Film Festival dan Busan International Film Festival (BIFF).

Cerita yang Melekat dengan Kehidupan Sehari-Hari
Pangku bukan sekadar judul catchy. Film ini mengangkat kisah seorang ibu di Pantura, dengan latar budaya “kopi pangku” tradisi yang akrab bagi sebagian orang, tapi juga sarat stigma sosial. Reza sendiri bilang kalau film ini bicara tentang hal yang sederhana namun berat. Banyak orang di sekitar kita sebenarnya hidup dengan keterbatasan, diikat oleh ekonomi dan peran gender, tanpa bisa sepenuhnya menentukan jalannya sendiri.
Mungkin kedengarannya serius, tapi justru itu poin pentingnya. Film ini menyoroti hal-hal yang sering kita lihat tapi jarang dibicarakan. Seperti perbincangan warung kopi yang awalnya ringan, lalu tiba-tiba berubah jadi refleksi kehidupan.

Reza Rahadian Debut Jadi Sutradara
Kalau biasanya kita menunggu peran apa lagi yang bakal dimainkan Reza, sekarang kita menunggu sudut pandangnya sebagai storyteller. Pangku adalah film panjang pertamanya sebagai sutradara. Setelah sekian lama dikenal lewat deretan peran yang kuat dan beragam, Reza akhirnya mencoba posisi baru di balik kamera, dan menyalurkan imajinasinya lewat kursi sutradara. Menariknya, debut ini nggak sekadar coba-coba karena langsung “gaspol” ke Cannes.
Jejak Internasional yang Nggak Kecil
Bukan kebetulan film ini bisa melesat ke festival besar. Pangku sebelumnya udah mencatat banyak pencapaian:
Menang White Light Post-Production Award di JAFF Future Project 2024
Lolos seleksi di HAF23
Masuk program “Goes to Cannes”
Dipresentasikan di Focus Asia dan Far East Film Festival
Kalau dirangkai, prestasi ini menunjukkan bahwa Pangku sudah mendapat kepercayaan sejak tahap awal. Semacam “checklist” yang bikin orang-orang di industri percaya kalau film ini layak mendapat panggung besar.

Cannes dan Busan: Dua Panggung, Satu Cerita Besar
Cannes Film Festival 2025 akan jadi salah satu titik penting. Bayangkan, debut sutradara dari aktor Indonesia diputar di festival film paling bergengsi dunia. Lalu nggak berhenti di situ, Pangku juga dijadwalkan world premiere di Busan International Film Festival (BIFF) dalam program “Vision – Asia”.
Dua festival ini bukan hanya panggung tontonan, tapi juga gerbang pengakuan. Artinya, film Indonesia kembali punya wakil yang bicara dengan bahasa universal: cerita yang menyentuh siapa pun, tanpa batas geografi.













