Sentimental Value jadi film yang bikin kangen keluarga!
Joachim Trier berulah lagi dengan sebuah drama keluarga yang dibalut dengan kejujuran. Sentimental Value adalah film yang dapat disaksikan di Jakarta World Cinema 2025 dan merupakan film perwakilan Norwegia untuk Oscar 2026 di kategori Best International Feature Film. Kelasnya sudah tidak perlu diragukan lagi!
Seorang ayah sutradara terkenal yang dulu abai pada keluarganya mencoba kembali lewat proyek film baru. Dua putrinya, Nora dan Agnes, harus menghadapi luka lama, pilihan hidup, dan pertanyaan tentang arti keluarga ketika seni justru jadi medium rekonsiliasi sekaligus konflik.

Satu kata: Lembut.
Selesai menyaksikan film ini impresi pertama yang dirasakan oleh Simin adalah kehampaan. Rasa kehilangan serta kangen. Rasanya harus menonton ulang kembali film ini untuk merasakan berbagai emotional journey yang jarang disuguhkan oleh film-film lainnya. Permasalahan yang rasanya dekat adalah hal umum yang dapat dirasakan oleh keluarga di berbagai sudut dunia. Bila setiap karakternya ‘ditelanjangi’ profesinya dalam dunia artistik seni, Simin rasa mereka digambarkan dengan sangat nyata dan raw, sehingga karakternya bisa relate dengan berbagai macam keluarga dari latar belakang manapun.

Film Sentimental Menjadi Pisau Bermata Dua
Simin sejujurnya suka sekali film yang sangat intim dan melankolis. Film ini dengan menarik dapat mengungkap trauma antar generasi dalam keluarga Borg dengan rapih dan sinematik. Bagaimana digambarkannya trauma orang tua dengan tidak disengaja dapat mempengaruhi anak-anaknya. Nah, di sisi lain film ini juga memiliki momen-momen yang sangat emosional dan sentimentil yang Simin pun masih memproses apa sebenarnya yang mereka rasakan karena rasanya terlalu dalam. Simin jadi tidak bisa langsung menangkap film ini bila hanya dengan sekali menontonnya, dan tentu wajib diobrolin dengan kawan-kawan untuk lebih jauh memahami purpose dan makna film ini.
Joachim Trier, Renate, dan Stellan: Favorite Combo of the Year
Bohong kalau Simin tidak bilang mereka adalah salah satu kombinasi favorit Simin antara sutradara dan aktor tahun ini. Arahan Joachim Trier yang dapat menangkap momen-momen lembut dari setiap dialog antar karakternya, Renate Reinsve yang dapat menunjukkan emosi-emosi terselubung tanpa melalui kata-kata, serta Stellan Skarsgård yang dapat membuat kita ikut merasakan pilu karakter yang diperankannya.

Dinamikanya dapat terasa hidup tanpa perlu adanya chemistry hubungan orang tua-anak pada keluarga yang sedang tidak baik-baik ini. Akting yang rasanya sangat otentik dan yang sudah pasti jelas sangat kaya akan sentimentalnya, bahkan hingga berdampak pada sekelilingnya, terutama pada rumah yang mereka tinggali.













