Catatan Harian Menantu Sinting film adaptasi dari novel karya Rosi L.Simamora ini menceritakan tentang perasaan hati seorang menantu yang kehidupan rumah tangganya selalu direcoki oleh mertuanya.

Sinopsis Film “Catatan Harian Menantu Sinting” (2024)
Catatan Harian Menantu Sinting akan berfokus pada kehidupan pernikahan pasangan berdarah Batak, yakni Sahat dan Minar, yang tinggal satu atap dengan Mamak Sahat. Kehidupan rumah tangga mereka makin rumit dengan adanya ibu mertua Minar itu.
Pasalnya, Minar dan Mamak Sahat Minar sering kali berhadapan dengan perbedaan pandangan tentang cinta dan kebahagiaan, terutama ketika menyangkut Sahat. Hal ini menguras kesabaran mereka berdua, bahkan dan nyaris membuat Minar frustasi.
Konflik pun makin menjadi-jadi ketika Minar masih belum dikaruniai momongan meski sudah delapan tahun menikah. Ia harus menanggung tekanan itu sembari menghadapi Mamak Sahat yang sangat eksentrik, sampai di titik bisa berbicara terbuka tentang urusan ranjang anaknya. Mirah pun merasa stres dengan semua tuntutan-tuntutan itu tetapi justru itu lah yang memberi dia inspirasi untuk membuat buku “Catatan Harian Menantu”.

Catatan Harian Menantu Sinting berhasil membuat penonton tertawa terbahak-bahak dengan komedi yang fresh yang disajikan dengan sangat matang, kelakuan random Inang dan sifat lugu dan juga gaptek nya menjadi menjadikan Inang sebagai komedi utama dalam film ini.
Pemeran utama dalam film ini tentu saja Ariel Tatum. Memberikan Chemistry yang sangat amat relate dengan mertuanya, malah kayaknya lebih bagus chemistry istri sama mertua nya dibandingkan suaminya.
Raditya Dika juga memberikan performance yang baru di film ini dia berhasil keluar dari zona nyamannya, yang biasanya kita liat dia jadi cowo kutu buku, di film ini kita akan melihat sosok Sahat cowo manly yang jadi pns dan tentunya anak kebanggaan Inang. Tetapi meskipun begitu menurut simin acting dari Raditya Dika di film ini masih kurang, mulai dari pembawaan bahasa batak nya yang lumayan kaku, chemistry antara suami istri nya yang masih kurang romantis, dan pembawaan feel nya yang masih kurang terasa.
Kayaknya ga afdol kalo kita ga bahas karakter yang paling menonjol di film ini deh, Inang (Lina Marpaung) menurut Simin karakter inilah yang bikin film nya tu jadi hidup banget, mulai dari tingkahnya, pembawaan bahasa batak nya, sampai ke acting nya, 5 jempol untuk Lina Marpaung.

Catatan Harian Menantu Sinting film yang mengandung unsur budaya batak ini sangatlah cocok untuk ditonton bareng keluarga, apalagi kalo keluarga nya batak pasti relate banget sama semua tingkah Inang, diakhir pun kita akan diberikan suasana yang haru lagi-lagi karena chemistry Inang dan Mirah. Jadi untuk yang mau nonton jangan lupa siapin tisu yaa.













