Sutradara sekaligus penulis skenario Osgood Perkins menghadirkan karya horor psikologis yang baru melalui Longlegs (2024). Dari awal hingga akhir, film berdurasi 101 menit ini tak pernah habis menghadirkan ketegangan di setiap momen, khususnya saat kemunculan Longlegs yang dibintangi secara sempurna oleh aktor kawakan, Nicolas Cage.

Fakta Film Longlegs (2024)
Longlegs tayang di bioskop Indonesia mulai 12 Juli 2024. Film horor ini menjadi ajang comeback sutradara kondang Hollywood, yaitu Oz Perkins, yang sebelumnya telah sukses menggarap The Blackcoat’s Daughter dan I Am the Pretty Thing That Lives in the House.
Selain digarap sutradara ternama, Longlegs juga dibintangi sederet aktor tersohor. Sebut saja Maika Monroe, Nicolas Cage, Alicia Witt, Blair Underwood, Lisa Chandler, Dakota Daulby, Erin Boyes, dan Rryla McIntosh

Sinopsis Film Longlegs (2024)
Longlegs mengikuti kisah seorang agen muda FBI bernama Lee Harker. Meski baru bergabung dengan organisasi tersebut, ia sudah ditugaskan untuk menangani sebuah kasus yang cukup kompleks. Tugas tersebut adalah menangkap pembunuh berantai yang dikenal dengan julukan Longlegs. Dia tidak kunjung tertangkap meskipun selalu meninggalkan jejak di setiap tempat kejadian perkara.
Review Longlegs (2024)
Sejalan misteri berusaha dipecahkan, penonton dibawa ke dalam fakta bahwa kasus ini bukan sekadar pembunuhan. Gabungan antara elemen mistis, misteri, dan kekejaman menghasilkan ketegangan yang membuat penonton terpacu untuk menantikan ke mana akhirnya film ini dibawa.
Longlegs berhasil memberikan feeling yang mencekam sejak awal hingga akhir. Plotnya menggabungkan elemen-elemen horor psikologis dengan unsur supranatural yang unik. Dikemas dengan desain produksi yang cermat, Perkins berhasil menciptakan dunia visual yang menakutkan dan mencekam.
Bintang utama dalam film ini tentu saja Nicolas Cage. Meskipun karakternya tidak memiliki screen time yang banyak, kehadirannya dengan prostetik wajah dan riasan serba putih selalu membawa kengerian untuk penonton. Beberapa adegan, seperti ketika dirinya berteriak di dalam mobil, membenturkan kepalanya ke meja.

Monroe juga berhasil menghidupkan karakter Harker dengan dimensi trauma dan kecemasan yang mendalam, membuat penonton menantikan nasib akhir dari karkater yang dibawanya. Chemistry antara dirinya dengan Longlegs, meski hanya beberapa kali tampil dalam satu layar secara bersamaan, berhasil terjalin secara emosional.
Beberapa karakter pendukung seperti agen Carter (Blair Underwood) hingga ibu Harker, Ruth (Alicia Witt) juga membawa dinamika karakter yang beragam dalam film. Hal ini membuat kompleksitas narasi dalam film.
Musik oleh Zilgi juga berperan penting dalam meningkatkan ketegangan film, khususnya ketika momen kemunculan Longlegs. Jump scare dalam film juga sukses membuat penonton berteriak, meski kengerian sesungguhnya tetap terletak pada vibes horor yang dikemas secara sempurna.

Bagi para penonton yang tidak terbiasa atau tidak nyaman dengan adegan berdarah mungkin akan terganggu saat menonton film “LongLegs” ini dikarenakan banyaknya adegan-adegan sadis yang ditampilkan di film ini. Selain itu mungkin karna ceritanya yang lumayan kompleks banyak penonton yang akan susah mengerti dari alur cerita dari LongLegs ini meskipun sudah dijelaskan diakhir tetapi masi lumayan sulit dimengerti bagi beberapa penonton.
Longlegs menjadi film horor yang berhasil mencekam dengan elemen ketegangan yang tak henti. Film ini memiliki potensi menjadi horor klasik baru, menjadikan Perkins sebagai sosok yang layak diperhitungkan dalam genre ini. LongLegs akan tayang di bioskop Indonesia pada tanggal 17 Juli Mendatang.













