Sinema Tengah Malam
No Result
View All Result
  • Trending
  • Movies
  • Series
  • What to Watch
  • Trending
  • Movies
  • Series
  • What to Watch
Sinema Tengah Malam
No Result
View All Result
BECOMING HUMAN MERAIH GOLDEN HANOMAN JOGJA-NETPAC ASIAN FILM FESTIVAL 2025

BECOMING HUMAN MERAIH GOLDEN HANOMAN JOGJA-NETPAC ASIAN FILM FESTIVAL 2025

by Yohanes Bimo
December 8, 2025
in Trending
Share on FacebookShare on Twitter

Yogyakarta, 6 Desember 2025 – Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025 resmi berakhir dengan capaian penting pada edisi dua dekadenya. Film Becoming Human (Polen Ly, 2025) dinobatkan sebagai penerima Golden Hanoman, penghargaan paling bergengsi di perhelatan JAFF, menandai penutup festival yang tidak hanya merayakan pencapaian artistik, tetapi juga menegaskan posisi JAFF sebagai ruang pertemuan, dialog, dan pertumbuhan ekosistem sinema Asia.

Tahun ini, JAFF mencapai lebih dari 30.000 penonton, angka yang terus meningkat dari edisi sebelumnya dan menjadikannya edisi yang terbesar dan monumental seiring dengan usianya yang mencapai dua dekade. “Dua dekade JAFF adalah tentang kebersamaan, perayaan, dan saling percaya. Ke depan, tantangannya justru semakin besar, bagaimana kita memikirkan keberlanjutan ekosistem film di tengah perubahan lanskap media dan digital,” ujar Direktur Festival Ifa Isfansyah. Ia menekankan bahwa perkembangan platform digital dan perubahan pola konsumsi film menuntut festival untuk terus melakukan peninjauan ulang, tidak hanya pada format pemrograman, tetapi juga pada peran festival dalam menjaga keberlangsungan para pembuat film serta tentu saja pesan penting yang diserukan saat pembukaan festival beberapa hari lalu, tentang urgensi pengarsipan film. “Kita perlu duduk bersama, berbicara lagi, dan memikirkan ulang kebutuhan pertumbuhan ekosistem film kita di masa depan, khususnya pengarsipan film. Sudah ada teman-teman dari festival internasional yang menghubungi kami untuk mulai mengambil langkah, semoga ini menjadi langkah kecil yang berarti bagi perfilman Indonesia dan bahkan Asia,” tambahnya.

Selama delapan hari penyelenggaraannya, JAFF20 menggelar 47 diskusi, forum & public lecture, dari 227 film yang ditayangkan dari 43 negara, 27 di antaranya adalah world premiere dan 87 adalah Indonesian premiere dengan kehadiran pembuat film, dihadiri oleh lebih dari 100 media dan didukung oleh 78 partners & collaborators. Dan sesuai dengan komitmen JAFF untuk mendukung talenta baru dan filmmaker perempuan, tahun ini menayangkan film-film dari 34 sutradara debut dan 63 sutradara perempuan. Direktur Program JAFF, Alexander Matius, menyoroti kuatnya dinamika diskusi dan antusiasme penonton sepanjang festival. “Banyak diskusi yang diadakan, bahkan ada sesi tanya-jawab bersama pembuat film yang berlangsung hingga dini hari dan diikuti oleh hampir seluruh penonton dengan antusias. Ini merupakan pengalaman yang luar biasa dan tidak selalu bisa terjadi,” ungkapnya.

Ke depannya JAFF akan terus berkomitmen untuk terus menjadi festival yang berbasis kerelawanan yang kuat. Keterlibatan generasi muda dalam tim penyelenggara menjadi sinyal positif untuk masa depan festival. “Regenerasi yang sudah berjalan akan terus kami pertahankan dan itu tanda baik untuk keberlanjutan JAFF. Begitu pula komitmen berkelanjutan terhadap festival ramah lingkungan, termasuk pengelolaan limbah sampah yang tahun ini lebih dari 1.500 kg,” ujar Direktur Eksekutif Ajish Dibyo.

Memasuki dekade ketiga, JAFF menegaskan kembali posisinya bukan sekadar sebagai festival pemutaran film, tetapi sebagai ruang diskursus, eksperimen, dan keberlanjutan ekosistem film Asia. Konsistensi, regenerasi, dan keterbukaan pada perubahan menjadi fondasi JAFF untuk menghadapi tantangan sinema di era baru. Terima kasih kepada seluruh penonton, sineas, juri, staf, relawan, media, mitra, dan komunitas film yang telah bersama-sama merayakan dua dekade JAFF.

Nantikan JAFF21 tahun depan. Informasi lebih lanjut terkait JAFF dan beragam merchandise JAFF dapat diperoleh melalui website jaff-filmfest.org dan media sosial @jaffjogja.

JURI MAIN COMPETITION

Eric Khoo | Suryana Paramita | Tumpal Tampubolon

MAIN COMPETITION – GOLDEN HANOMAN

BECOMING HUMAN – sutradara POLEN LY

Dengan puisi visual yang liris dan perenungan lembut tentang ingatan, kehilangan, serta ruang-ruang rapuh yang menyimpan kisah-kisah kolektif kita, film ini menjelma menjadi sebuah surat cinta bagi sinema itu sendiri—sebuah wadah kerinduan, transformasi, sekaligus meditasi tentang kehidupan dan kematian. Melalui keanggunan visual dan penceritaan yang sarat resonansi emosional, film ini menghadirkan pengalaman imersif yang membekas lama setelah bingkai terakhir usai. Digarap dengan visi dan kepekaan yang luar biasa, peraih Penghargaan Golden Hanoman dianugerahkan kepada Becoming Human karya Polen Ly.

MAIN COMPETITION – SILVER HANOMAN

A USEFUL GHOST – sutradara RATCHAPOOM BOONBUNCHACHOKE

Dengan perpaduan berani antara humor absurd, kedalaman emosi, dan ketajaman pembacaan sosial, film ini mengolah kisah cinta yang surealis menjadi refleksi kuat tentang ingatan, duka, serta mereka yang kerap dengan mudah dilupakan oleh masyarakat. Melalui visual yang presisi, kelucuan datar (deadpan), dan suara artistik yang khas, film ini bergerak luwes di antara komedi dan tragedi dengan dampak yang membekas. Atas imajinasi, urgensi, dan keberanian visinya yang jernih, Penghargaan Silver Hanoman dianugerahkan kepada A Useful Ghost karya Ratchapoom Boonbunchachoke.

JURY SPECIAL MENTION FOR MAIN COMPETITION

SUNSHINE – sutradara ANTOINETTE JADAONE

Film ini menonjol melalui komitmennya yang tajam dan tanpa kompromi untuk berpihak pada perempuan-perempuan yang kehidupannya dibatasi oleh kontrol negara dan penilaian sosial. Dengan kejernihan dan empati, film ini menyingkap bagaimana kekuatan-kekuatan tersebut membentuk realitas keseharian, sembari tetap memberi ruang bagi para karakternya untuk mempertahankan martabat serta kompleksitas mereka. Sunshine karya Antoinette Jadaone merangkai narasi yang intim sekaligus diam-diam menggugat, menerangi ketangguhan di ruang-ruang di mana kesenyapan kerap diharapkan.

JURI BLENCONG AWARD

Henry Foundation | Khozy Rizal | Mary Pansanga 

BLENCONG AWARD

WATER SPORTS – sutradara WHAMMY ALCAZAREN

Dengan visi yang unik, visual yang mencolok, dan penceritaan yang inovatif, film pendek yang berani, jenaka, dan halusinatoris ini bukan hanya memanjakan indra, tetapi juga berhasil membawa kita menyelam ke dalam mimpi buruk yang memabukkan tentang hidup di tengah-tengah kiamat.

JURY SPECIAL MENTION FOR LIGHT OF ASIA

HYENA – sutradara ALTAY ULAN YANG

Sebuah film horor coming-of-age yang disutradarai dan digarap dengan sangat baik, yang memikat kami lewat sinematografi yang memukau, tata mise-en-scène, musik, serta penampilan para aktornya yang kuat, sekaligus menggambarkan kekusutan maskulinitas toksik yang kerap menciptakan siklus kekerasan.

JURI INDONESIAN SCREEN AWARDS

Amir Muhammad | Antoinette Jadaone | Puiyee Leong

BEST FILM

BETTER OFF DEAD/TINGGAL MENINGGAL – sutradara KRISTO IMMANUEL

Sebuah tafsir satir yang sekaligus modern dan primordial tentang cara manusia mencari keterhubungan satu sama lain.

BEST DIRECTOR

KRISTO IMMANUEL – film BETTER OFF DEAD/TINGGAL MENINGGAL

Penyutradaraannya enerjik, menyeimbangkan komedi dengan kepedihan secara mengejutkan, dan tetap menghadirkan kehangatan hati.

BEST SCREENPLAY

KRISTO IMMANUEL & JESSICA TJIU – film BETTER OFF DEAD/TINGGAL MENINGGAL

Karena pendekatannya yang cerdas, segar, dan kontemporer dalam mengangkat ketakutan yang dekat dengan pengalaman kita, disampaikan melalui sikap tak sungkan dan absurditas.

BEST CINEMATOGRAPHY

VERA LESTAFA – film DOPAMINE

Kamera langsung menyeret kita masuk ke dalam suasana paranoia dan bahaya, dan tidak pernah melepaskannya.

BEST PERFORMANCE

  • OMARA ESTEGHLAL – film BETTER OFF DEAD/TINGGAL MENINGGAL

Tidak sering sebuah penampilan komedi diganjar penghargaan, namun bagaimana mungkin kami menolak sebuah pertunjukan penuh pesona yang begitu memukau?

  • AFIQA KIRANA

Ia mewujudkan semangat ketangguhan dalam melawan berbagai rintangan sosial yang membatasinya.

BEST EDITING

RYAN PURWOKO – film BETTER OFF DEAD/TINGGAL MENINGGAL

Karena alur yang ceria dan dinamis, yang menciptakan tempo “kekacauan” yang terkendali yang begitu berkesan.

BEST PRODUCTION DESIGN

AHMAD ZULKARNAEN (Production Designer) & WAHYU EFATA (Art Director)

Film IKATAN DARAH

Cara setiap lokasi digarap secara spesifik untuk masing-masing karakter menjadi bagian penting dari bagaimana cerita ini melibatkan dan memikat kita.

BEST MUSIC

ANTO HOED, MELLY GOESLAW – film RANGGA & CINTA

Dengan menjelma sebagai karakter penting tersendiri, musik ilustrasinya menghadirkan jiwa yang menyegarkan bagi kisah tentang masa muda ini.

BEST SOUND DESIGN

Sound Designers: Pramudya Adhy Wardhana, Ridho Fachri, Renaldy Lomo, Alexandrie Dolly

Sound Recordists: Luthfi AG, Iqbal ‘Encik’ Marekan, Halid Ilham, Ikhsan Nugroho

Film THE PERIOD OF HER

Tanpa terlalu bergantung pada musik, film ini dengan mulus membangun atmosfer dalam mengartikulasikan konflik batin para karakternya.

BEST POSTER

Evan Wijaya (Poster Designer) & Jozz Felix (Poster Photographer)

Film SORE: A WIFE FROM THE FUTURE/SORE: ISTRI DARI MASA DEPAN

Karena kesederhanaannya yang menarik dalam mengomunikasikan tema film.

JURI NETPAC AWARD

Bunga Siagian | Herman Van Eyken | Marissa Anita

NETPAC AWARD

BECOMING HUMAN – sutradara POLEN LY

Dilihat dari perspektif unik seorang arwah, film ini mengajak kita untuk terus mengingat dan tidak pernah menghapus, sebagai cara merefleksikan apa artinya menjadi manusia yang bertahan, melawan, dan tetap hidup.

JURI GEBER AWARD

DENNIS ADISHWARA | IAM MURDA | SISKA RAHARJA

GEBER AWARD

SUNSHINE – sutradara ANTOINETTE JADAONE

Film ini merefleksikan kenyataan pahit tentang stigma dan ketiadaan ruang aman yang memaksa perempuan muda memikul beban besar dalam kesunyian. Namun di tengah kegelapan itu, Sunshine tetap hadir dengan kelembutan dan daya pikat, menolak melodrama sekaligus memberi ruang bagi harapan untuk tumbuh perlahan di setiap lapis penceritaannya. Film ini bergema tidak hanya di Filipina, tetapi juga di Indonesia dan kawasan Asia yang lebih luas, di mana perempuan terus bernegosiasi atas hak-hak mereka di antara tradisi, hukum, dan stigma sosial yang terus bertahan.

JURI STUDENTS AWARD

ANDRIENNE ADELIA | RAMADHANI MEAUTIA IFFA | DIMAS PUTRO UTOMO | JANSSEN EWALDO | FADA RAMADHAN DHIYA

STUDENTS AWARD

WATER SPORTS – sutradara WHAMMY ALCAZAREN

Film ini menonjol berkat semangatnya yang menyenangkan serta cara yang segar dan kreatif dalam membicarakan pemanasan global. Dengan mengubah olahraga air yang sederhana menjadi pesan kesadaran yang jenaka, film ini berbicara langsung kepada generasi masa kini. Film ini menunjukkan bagaimana tindakan-tindakan sehari-hari dapat bertransformasi menjadi makna baru—sebuah cerminan sejati dari tema JAFF, Transfiguration. Film ini mengingatkan kita bahwa menghadapi perubahan iklim dapat dilakukan dengan cara yang kuat, penuh harapan, dan imajinatif. Atas energi, orisinalitas, dan dampaknya yang jelas, kami menganugerahkan film ini dengan JAFF Student Award.

Previous Post

Wicked For Good (2025): Tetap Magical, Walau Belum Se-Emosional Film Pertamanya!

Next Post

List Series Termahal Sepanjang Sejarah: Produksi Gila, Visual Gak Main-Main

Yohanes Bimo

Yohanes Bimo

Next Post
List Series Termahal Sepanjang Sejarah: Produksi Gila, Visual Gak Main-Main

List Series Termahal Sepanjang Sejarah: Produksi Gila, Visual Gak Main-Main

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Legends of the Condor Heroes: The Gallants (2025) Film Aksi yang Seru!

Legends of the Condor Heroes: The Gallants (2025) Film Aksi yang Seru!

April 11, 2025
Pabrik Gula (2025) Teror Pabrik Gula di Jawa Timur

Pabrik Gula (2025) Teror Pabrik Gula di Jawa Timur

March 28, 2025
Dollhouse 2025: Fix Stop Punya Boneka di Rumah!

Dollhouse 2025: Fix Stop Punya Boneka di Rumah!

September 17, 2025
haunted universities 3

Review Haunted Universities (2024) Bikin Susah Nafas!

September 20, 2024
misson impossible

Mission: Impossible: Dead Reckoning (2023) Tom Cruise Menggila lagi!

0
expendables 4

Expand4bles (2023): Skrip Berantakan, Megan Fox Ngapain?

0
The Creator (2023): Penggambaran Dunianya Luar Biasa!

The Creator (2023): Penggambaran Dunianya Luar Biasa!

0
Naruto Live Action Siap Dibuat oleh Studio John Wick?

Naruto Live Action Siap Dibuat oleh Studio John Wick?

0
Chicago The Musical Tayang Perdana di Jakarta, Tunjukkan Standar Produksi Musikal Internasional

Chicago The Musical Resmi di Jakarta: Kisah Lama yang Terasa Dekat dengan Kehidupan dan Realita Hari Ini

April 11, 2026
Chicago The Musical Tayang Perdana di Jakarta, Tunjukkan Standar Produksi Musikal Internasional

Chicago The Musical Tayang Perdana di Jakarta, Tunjukkan Standar Produksi Musikal Internasional

April 11, 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti (2026): Pesan Keluarga yang Tidak Sempurna!

Tunggu Aku Sukses Nanti (2026): Pesan Keluarga yang Tidak Sempurna!

March 23, 2026
Number One (2026): Nonton Ini Bikin Kangen Masakan Orang Tua!

Number One (2026): Nonton Ini Bikin Kangen Masakan Orang Tua!

March 23, 2026
Sinema Tengah Malam

© 2026 Sinema Tengah Malam

Sinema Tengah Malam

  • About
  • Advertise
  • Partnership

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Movies
  • Series
  • What to Watch

© 2026 Sinema Tengah Malam

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In