Kalau kamu suka nonton film yang bikin jantung deg-degan tiap lima menit, The Exit 8 jelas nggak boleh dilewatkan. Film horor psikologi asal Jepang ini baru aja pecahin rekor pendapatan tembus 6,5 juta dolar hanya dalam tiga hari penayangan! Gila nggak tuh? Ini jadi yang tertinggi di antara film live action Jepang tahun ini. Dan yang lebih seru lagi filmnya bakal tayang di bioskop Indonesia mulai 10 September 2025.
Khusus buat kamu yang udah main gamenya, ini bakal jadi pengalaman yang berbeda, tapi tetap setia sama rasa penasaran dan ketegangannya. Belum pernah main gamenya? Tenang, kamu masih bisa ikut tersesat bareng The Lost Man di lorong bawah tanah yang penuh teka-teki.

Adaptasi dari Game Indie yang Viral
Buat yang belum familiar, The Exit 8 awalnya adalah game indie yang sempat viral di berbagai platform gaming karena konsepnya yang sederhana tapi bikin stres setengah mati. Kamu cuma punya satu tujuan yaitu cari Exit 8. Tapi ada satu aturan penting yang nggak boleh dilanggar kalau kamu lihat anomali sekecil apa pun, kamu harus berbalik. Kalau enggak? Ulang dari awal.
Adaptasi filmnya tetap mempertahankan konsep loop yang bikin frustrasi itu, tapi nambahin sentuhan psikologis yang lebih dalam. Yang awalnya cuma lorong kereta bawah tanah, sekarang jadi metafora dari tekanan hidup, penyesalan, bahkan trauma masa lalu.

Premiere di Cannes dan Bikin Orang Berdiri Tepuk Tangan 8 Menit
Nggak cuma rame di box office, The Exit 8 juga jadi bahan omongan di dunia perfilman internasional. Film ini diputar sebagai bagian dari sesi Midnight Screening di Festival Film Cannes 2025, dan… dapet standing ovation delapan menit! Bayangin orang-orang bule berdiri dan tepuk tangan buat film horor Jepang yang awalnya “cuma” dari game indie.
Kayaknya kita udah jarang banget liat film horor apalagi adaptasi video game yang dipuji setinggi ini di festival film bergengsi.
Disutradarai Genki Kawamura, Otak di Balik Your Name
Makin menarik lagi karena film ini ditulis dan disutradarai oleh Genki Kawamura. Buat yang belum familiar, dia adalah produser dari anime legendaris Your Name, dan juga penulis serta sutradara A Hundred Flowers. Jadi jangan heran kalau The Exit 8 punya lapisan emosi dan narasi yang jauh lebih kompleks dari film horor biasa.
Kawamura berhasil menyulap pengalaman bermain game menjadi pengalaman sinematik yang tetap punya elemen puzzle, distorsi waktu, dan atmosfer horor yang nempel terus sampai film kelar. Kalau boleh jujur, ini bukan horor jumpscare murahan. Ini jenis horor yang kasih mimpi buruk.

Lebih Mencekam dari Versi Game!
Menurut laporan dari The Verge saat pemutaran di Toronto International Film Festival 2025, Exit 8 versi film bahkan dianggap lebih mencekam dibanding gamenya sendiri. Nggak hanya karena sinematografi dan desain suaranya yang bikin bulu kuduk merinding, tapi juga karena film ini berhasil memperdalam karakter si “Lost Man” yang sekarang terasa lebih manusiawi, lebih rentan, dan lebih relatable.
Distorsi waktu yang ditambahin juga jadi elemen baru yang bikin kamu mikir dua kali tentang apa yang sebenarnya nyata, dan apa yang cuma ilusi. Film ini literally bikin kamu ngerasa “nyasar” bareng si tokoh utama.

Tema Psikologis dan Emosi yang Relevan
Ini dia yang bikin The Exit 8 beda dari horor biasa. Film ini menyelami tema yang jauh lebih personal dan emosional. Di balik labirin lorong bawah tanah, tersembunyi simbolisme tentang rasa cemas, beban hidup, bahkan ketakutan terhadap kehamilan yang tidak direncanakan.
Yes, you read that right.
Anomali dan loop dalam film ini bukan sekadar trik visual, tapi gambaran dari pergulatan batin yang sangat manusiawi. Dan jujur aja, ini bikin kita mikir ulang tentang keputusan, penyesalan, dan jalan keluar dalam hidup kita sendiri.
Jadi, Worth It Nggak?
Kalau kamu cari film horor yang bisa bikin kamu merinding sambil mikir, The Exit 8 adalah pilihan yang pas banget. Apalagi kalau kamu udah main gamenya, film ini bakal kasih pengalaman baru yang lebih emosional dan lebih mencekam.
Tapi bahkan buat kamu yang nggak familiar sama game-nya, ini tetap film yang layak ditonton karena bukan hanya serem, tapi karena punya cerita yang kuat, visual yang memukau, dan pesan yang ngena banget di hati.
Jadi, siap “tersesat” di lorong tanpa akhir?
Tayang di Indonesia mulai 10 September 2025. Ajak teman dan jangan nonton sendirian ya!













