Semakin gak tau banyak soal filmnya, dijamin bakal semakin menikmati kengerian di film NOISE. Film dari Korea Selatan yang diperankan oleh Lee Sun-bin ini sudah sempat tayang di tahun 2024 lalu. Pertama kali rilis di festival-festival, salah satunya yang cukup bergengsi adalah di Toronto International Film Festival.
Plotnya terdengar cukup simpel, di mana Ju-young yang memiliki gangguan pendengaran, sedang menyelidiki adiknya yang hilang dari apartemennya. Ia yang semakin putus asa makin dibikin pusing lagi karena adanya suara-suara dentuman misterius di kamar apartemen adiknya.

TIDAK SESIMPEL SINOPSISNYA!
Pada dasarnya film ini bukan hanya horror ataupun thriller saja, yang bikin seru juga disini tuh karena ada unsur misterinya. Sedikit demi sedikit mulai datang ke permukaan ada apa sih sebenarnya di apartemen ini. Setiap mulai dikasih teaser jawabannya, kecenya film ini adalah mereka malah makin mempertebal plotnya dengan misteri kecil lainnya. Film ini tipikal ‘show, don’t tell’. Bahkan sering juga bentuk show-nya tanpa narasi, tetapi bisu aja gitu.
Ngomongin soal opening sequence-nya jangan sampai lupa. Sekiranya 10 menit pertama film ini, sudah sangat baik menjelaskan ‘ancaman’ dari kamar apartemen yang akan jadi plot device keseluruhan film yang juga efektif dalam mengenalkan kita ke karakter utama yang memiliki gangguan pendengaran.

SAMA-SAMA IKUT GILA DAN IMERSIF
Babak pertama film ini menunjukkan bahwa kita belum tentu bisa percaya dengan tokoh utama. Film ini menceritakan dari sudut pandang tokoh utama, sehingga penglihatan serta gangguan yang Ia alami ini belum tentu nyata. Jadi muncul pikiran, ‘sebenarnya ini ulah manusia atau setan sih?’ dan ‘ini beneran terjadi atau cuman diisi kepala Ju-young ya?’.
Nah serunya misteri dengan POV tokoh utama tuh ya jadinya kita perlahan-lahan mengungkap misterinya bersamaan dengan si tokoh utama. Jadi rasa imersifnya juga makin terasa. Kalo si tokoh utama jadi gila, ya kita ikut gila! Maka dari itu twist-twist kecilnya tergolong berhasil, kita yang nonton juga kena gocek.
HOROR NARATIF YANG SERU
Jujur nonton film ini gak bikin capek. Durasinya yang cuman 93 menit termasuk CT dan tipe horor yang lebih bercerita dibanding jualin jumpscare. Kesannya juga fresh dengan tokoh utama yang memiliki gangguan pendengaran.
Adegan menegangkan yang dibangun dengan mengandalkan kesunyian berakhir dengan punchline yang tidak selalu jumpscare, betul-betul angin segar aja sih di film horor yang sedang beredar beberapa bulan ini. “Quiet as it is, loud as it gets,” adalah kesimpulan jenis horornya. Ibarat kata nonton film A Quiet Place tapi settingnya di apartemen dan psikis kita dimainin juga.

RUANG TAFSIR
Endingnya agak sedikit anti-klimaks sih, tapi gak buruk juga. Film ini sudah baik dalam memberikan jawaban kepada pertanyaan-pertanyaan yang muncul, tetapi masih tetap ada ruang untuk kita tafsir sendiri apa yang sebenarnya terjadi.
Nah kerennya juga adalah hal ini tidak berasa ada plot hole karena filmnya sudah cukup bisa ditutup tanpa harus disuapin semua jawabannya ke kalian. Lalu, cocok buat siapa ini film? Buat yang pengen isi waktu luang dengan film misteri tapi ada sentuhan horornya, ini cocok banget buat kalian karena durasinya juga pendek dan tokoh utama yang gak nyebelin.













