Sinopsis Film “Bolehkah Sekali Saja Kumenangis” (2024)
Film ini bercerita tentang Tari diperankan oleh Prilly Latuconsina, yang berjuang sendirian untuk menyelamatkan ibunya yang diperankan oleh Dominique Sanda dari ayahnya yang diperankan oleh Surya Saputra yang abusive setelah kakaknya pergi dari rumah. Tari, yang telah membawa banyak trauma sejak kecil, merasa tidak sanggup lagi menanggung beban ini. Dia mendapatkan dukungan dari Baskara yang diperankan oleh Dikta Wicaksono, seorang pria temperamental yang juga tergabung dalam kelompok dukungan yang sama.

Review “Bolehkah Sekali Saja Kumenangis” (2024)
Tari (Prilly Latuconsina) sebagai karakter utama menghadirkan emosi yang kuat dan tulus, memikat penonton dengan kesedihan yang terasa nyata dan tanpa hiasan.
Sinematografi film ini sangat mendukung mood dan tone cerita. Penggunaan pencahayaan yang redup, dengan komposisi gambar yang kadang canggung dan terfokus pada detail wajah, memperkuat nuansa dramatis dan menambah intensitas emosi yang dialami karakter. Kamera sering kali menangkap momen-momen intim dan penuh perasaan, memaksa penonton untuk ikut merasakan kesedihan sang tokoh utama.

Nilai plus untuk film ini ada di ketegangan emosional yang sangat kuat, serta kemampuan para aktor untuk menyampaikan emosi yang tulus dan mendalam. Script-nya mampu mengajak penonton untuk merenung dan memahami kompleksitas perasaan manusia. Namun, beberapa bagian film terasa sedikit lambat dan terkadang terlalu bertele-tele dalam menggali perasaan karakter, yang mungkin membuat sebagian penonton merasa sedikit terganggu.
Secara keseluruhan, “Bolehkah Sekali Saja Kumenangis” adalah film yang menyentuh dan penuh emosi. Film ini mengajak penonton untuk meresapi betapa pentingnya memberi ruang bagi diri sendiri untuk menangis dan menerima kenyataan, sebagai langkah pertama menuju pemulihan.
Skor untuk film ini 7/10.













