Baby Steps untuk Marvel
Sesuai judulnya “First Steps” ini memang jadi langkah yang manis untuk Marvel membuka lagi universenya yang saat ini mendapat pandangan yang monoton dari penontonnya. Dengan Fantastic Four yang menurut Simin berhasil, ini buktiin kalau Marvel mulai berani keluar dari zona nyamannya. Thunderbolts* kasih vibes dark yang asik, sekarang Fantastic Four dengan gaya retro yang memanjakan mata banget pas nonton.

Tidak Lagi Bacot “No Jutsu”
Musuhnya Galactus dan Silver Surfer, di kepala penonton udah mikir “gimana ini ngalahinnya? Ceramah lagi?” ternyata tidak kawan! Ini salah satu yang Simin suka, memanfaatkan kepintaran Reed Richard dan strategi yang memungkinkan Fantastic Four menang. Dukungan datang bukan cuma dari antar tim, tapi dari masyarakay seluruh dunia yang percaya, ini keren si asli.

Perfect Cast!
Harus diakui semua castnya sangat cocok dan semua berhasil menjiwai banget. Pedro Pascal nunjukin dia punya otak yang pinter tapi sering sekali keputusannya nimbulin kontroversi, Vanessa Kirby yang bawa Sue Storm ke level yang lebih tinggi lagi, pintar, kuat, dan keibuan. Mungkin belum sempurna tapi patut dipuji kalau kali ini romance di film Marvel cukup berhasil! Gimana Reed Richard dan Sue Storm saling support satu sama lain.
Reed Richard Kurang di Eksplor
Kalau ngomongin visual, scoring, ini udah juara banget deh, no debat! Tapi yang disayangkan CGI nya yang gak konsisten, khususnya dibagian Reed Richard. Duh padahal pengen banget lihat Mr. Fantastic lebih banyak aksi atau setidaknya menggunakan melarnya untuk hal-hal sederhana. Sekalinya ada di ending, CGI nya terasa kurang maksimal.

Langkah yang Baik dan Beresiko
Fantastic Four menjadi fresh karena visual dan set 60annya yang terasa beda banget. Tantangannya nanti ketika universe nya bersatu, gimana tetep mempertahankan style klasik film ini di dunia modern MCU nantinya, masih belum kebayang. Tapi semoga ini jadi udara segar untuk Marvel untuk memulai lagi, yok bisa film selanjutnya lebih epik!













